Suatu hari ada seorang gadis yang lelah karna ia selalu menjadi "rumah" untuk orang orang yang dia kenal, Bahkan dia selalu menerapkan dalam dirinya untuk menjadi rumah untuk setiap orang yang ia kenal, Tapi dia lupa dia bukanlah rumah, Dia manusia, Dia juga bisa lelah, Dia bahkan bisa merasakan "di mana rumahku sekarang?" Dia lupa bahwa dia juga membutuhkan rumah, Dia berjalan ke hutan yang sepi, dia tersesat. Dia melewati banyak rintangan.
Dan dia menemukan seseorang di dalam hutan, Sang gadis berkata "hai, sedang apa kau di hutan seperti ini?" Seseorang itu mengatakan dengan suara yang bergetar.. Dia berkata, "Maukah kau menjadi rumahku? Mendengarkan aku bercerita, membuatku tertawa setiap hari, menemaniku sepanjang hari. Aku membutuhkanmu, Aku sendirian di sini" Gadis itu tersenyum dan mengatakan sesuatu yang tidak di sangka... Dia mengulurkan tangannya "ayo ikut aku.. Aku akan menjadi rumahmu mulai sekarang. Aku juga tersesat dan kesepian di sini, aku tidak tau jalan pulang, aku akan menjadikan kamu tamu yang menetap selamanya di rumahku" Gadis itu pun membawa pria tersebut duduk di bawah pohon yang cukup besar.. Akar pohon itu bahkan bisa di jadikan rumah untuk mreka berdua tinggal.. Meski tidak terlalu luas tapi mreka berdua berusaha membangun rumah kecil, menutupi akar agar tidak terkena hujan.. Mreka menutupi akar menggunakan tanah liat yang ada di dekat pohon itu.. Sembari membangun pohon itu pria tersebut mengatakan.
"Aku mencintaimu sedari kau datang ke hutan ini. Aku melihatmu tersesat dari tadi. Lalu aku tau kau adalah orang yang tepat untukku, maka aku akan datang ke dirimu dan kau adalah rumahku, obat untuk lukaku, kau adalah pahlawan yang menyelamatkan hatiku yang sedang terluka"...
Gadis itu hanya senyum, Gadis itu tampak lelah.. Dalam hatinya berkata "hai pria tamu, aku lelah menjadi rumah untuk semua orang.. Tapi.. Aku menemukanmu untuk menjadikanmu kuat seperti sedia kala.. Aku bersedia untuk menjadi rumahmu... Tapi suatu hari nanti kau harus tau sendiri tanpa ku beri tau bahwa aku sangat lelah.. Aku ingin menjadi tamu yang tinggal selamanya di rumah yang indah, rumah yang selalu tersenyum dan memberikan ku kehangatan.. Tapi aku tidak akan mencari itu karna mungkin inilah takdir ku" Gadis itu meneteskan air mata dan ia memeluk erat pohon besar itu. Lalu tamu itu berkata "Ada apa denganmu? Ceritalah padaku, mungkin Aku juga bisa menjadi rumahmu" Kemudian gadis itu melepaskan pelukannya dari pohon itu dan menghapus air matanya. Dia berkata kepada tamu itu "tidak ada yang salah kok. Aku hanya senang kita bisa tinggal di rumah pohon yang hangat ini" Sambil tersenyum dia memikirkan bahwa dia tidak perlu bercerita masalah apapun karena dia tahu mungkin tamu itu akan ikut sedih dan tambah sedih. Atau mungkin saja tamu itu memiliki masalah yang lebih besar dari dirinya sehingga ia harus sendiri di hutan blantara yang sepi itu, Hari mulai gelap sang gadis dan tamu itu masuk ke dalam rumah pohon itu dan menyalakan api unggun.. Pria tamu berkata dengan lembut "terimakasih. Kau adalah orang terbaik di hutan ini" Lalu gadis itu menjawab dengan suara yang lembut juga "percayalah suatu hari nanti aku akan membawamu keluar dari hutan ini dan menemukan orang yang lebih baik dariku" Ucapnya dengan bibir bergetar dada yang sesak dan suara yang pelan dan halus. Lalu pria itu tersenyum dan menjawab "untuk saat ini hanya kaulah orang yang paling baik" Tidak lama kemudian mereka tertidur... Besoknya mereka berdua pergi ke sungai dan mencari ikan untuk di makan bersama. Sesampainya di rumah dan tak di sangka ternyata rumah mereka berantakan karna ada dua ekor kera yang membuat rumah mereka berantakan, Mereka berdua mengusir kera itu dan segera membersihkan rumah mereka, Gadis itu berkata "rumah ini pasti kesakitan dan kesepian karna kita tinggal dan bisa saja lama lama dia lelah menjadi rumah untuk kita, Tapi tidak jika kita juga menjadikan diri kita sendiri rumah dan bukan untuk rumah kita, Jadi, Rumah di balas rumah" Tersenyum dengan mata yang sipit, gigi yang indah, tamu itu berkata "ada apa denganmu?" Lalu gadis itu menangis dan ia mengajak pria itu duduk "Aku ingin menceritakan sesuatu padamu" Pria itu mengikuti sang gadis dan duduk di sampingnya, gadis itu pun mulai bercerita "Dulu sebelum aku lelah dan tersesat di hutan ini aku menjadi rumah untuk mereka yang aku kenal, Aku menerapkan dalam diriku sendiri untuk membuat orang-orang bahagia dan mendengarkan keluh kesah mereka dengan segenap hatiku dan membantu menyelesaikan masalah mereka, Lalu setelah bertahun tahun aku mulai tersadar, Aku sadar aku hanyalah manusia, aku memiliki hati dan diri sendiri yang harus ku urus, Aku terlalu perduli dengan orang lain. Tapi aku tidak akan berhenti dengan itu semua, Aku hanya berharap ada rumah lain yang menjadikanku tamunya seperti aku menjadikanmu tamu selamanya di hidupku atau aku adalah rumahmu, Ketika bertemu denganmu di hutan ini aku berfikir kau adalah rumah untuk ku dan aku berharap rumah itu berkata "ayolah singgah di sini dan menjadi rumah kedua. Aku rumah pertama dan kau adalah rumah kedua, Yang menetap dan menjadi tamu di rumah kita adalah buih buih kehidupan kita berdua. Jadi, maukah kau menjadi rumah kedua untukku? Aku berharap kau mengatakan itu dan aku akan membangun rumah di hatimu dan hatimu adalah kehangatan, udara, kehidupan, rumah, dan segalanya di hatiku, Wahai tamu. Maaf, Aku mengatakan hal ini. Tapi aku datang ke hutan ini.. Aku tersesat aku ingin rumah pertamaku. Aku ingin seperti mereka yang menemukan pelukan hangat dari hati orang lain. Bagaimana jika kita saling melupakan dan aku akan membawamu keluar dari hutan ini untuk menemukan orang lain yang lebih tepat untukmu karna jika kau menjadi rumah pertamaku kau tidak akan sanggup karna aku tahu mungkin saja masalahmu sudah banyak dan lebih besar dari masalahku. Tidak mungkin kau menanggung rumahku kan? Maka aku akan membawamu ke hati orang lain" Pria itu menangis dan menjerit "Pilihan terbaik adalah kita sama sama menjadi rumah dan jika kita bersama tanpa memikirkan masalah yang kita lalui sekarang aku hanya bisa mengikhlaskan semua masalah ku dan ayolah kita menjadi dua rumah yang indah.. Aku yakin dengan kita berdua bisa terus bersama dan hari-hari kita bisa menyembuhkan hati kita. Wahai gadis, aku minta maaf karna datang begitu saja tanpa bertanya kenapa kamu bisa ke hutan ini, Maaf" Gadis itu memeluk pria tamu dengan erat lalu berkata "ya! Kita akan menjadi dua rumah yang indah dan tamu kita adalah hari hari kita yang menyenangkan. Aku, kamu, kita.. Akan bahagia bukan?" Pria tamu itu berkata "iya!! Pasti!!" Mereka berdua mencari jalan keluar dari hutan bersamaan, Mereka berdua selalu tersenyum walau lelah, Mereka selalu bergandeng tangan hingga mereka menemukan kota yang indah. Di sanalah mereka membangun dua rumah bersamaan. Kehidupan mreka mulai hangat dan mereka bahagia tanpa memikirkan masa lalu, rumah tersebut semakin lengkap karena kehidupan yang indah bertamu ke dalam kedua rumah itu. Gadis rumah berkata "hai pria tamu... Senang bisa bertetanggaan dan hidup bersama denganmu di kota yang indah ini" Lalu pria tamu berkata "wahai gadis rumah, Kini namamu adalah rumah dua dan namaku adalah rumah satu. Mari kita menggabungkan rumah kita menjadi rumah tingkat. Maka kita akan lebih dekat" Rumah 2 menjawab "jadi kita harus membangun lagi?" Lalu rumah 1atau pria tamu menjawab "Ayolah membangun dari awal, Jika rumah awal kita di bangun dengan kesadaran, maka rumah yang kita ubah untuk lebih baik sekarang di perbaiki karena kebahagiaan yang telah kita temukan."