"Saya tidak membaca buku, saya mengobrol dengan si pengarangnya." - Elbert Hubbard

Cinta di ujung surga

 

 





Namanya Danil ia baru duduk di bangku SMP kelas 7 saat ini, rambutnya yang bergelombang ke kiri dan badannya sedikit gemuk yang telihat seperti Boboho. Waktu memasuki hari pertama sekolah ia terlambat bersama temannya yaitu Adam (teman SD-nya), Danil bilang ke Adam “Santai aja Dam jalannya, buat apa sih tepat waktu ke sekolah? Sekolah itu tempatnya buat orang-orang santai dan juga kalau kita telat pasti masih dimaklumi” sambil merangkul Adam “Ohh begitu ya Nill ” dengan wajah yang takut.

Danil dan Adam pun telat di hari pertamanya, tak diduga mereka sebenarnya satu kelas yang sama dan akhirnya mereka pun duduk bersama. Danil bertanya kepada Adam “Dam lo nanti mau ikut ekskul apa?”Adam menjawab “Kalo gw maunya Sastra pengen kayak ayah gw waktu SMP, tapi ngga ada temen, lo mau kan Nil temenin gw ekskul Sastra sekalian nyari pengalaman pleasee !” dengan muka sinisnya Danil “Dihh apaaan? Sastra? Ga terkenal banget mending lo ikut ekskul basket aja bareng gw, disana pasti banyak orang yang populer dan cewek cantik seru deh nanti bisa diisengin” “Hmm, oke deh” Adam dengan pasrahnya.

Keesokan harinya pada waktu istirahat Danil melihat seorang wanita sendirian membawa mukena(pakaian untuk salat wanita) yang menuju ke Masjid untuk salat, terlintas oleh hati Danil “padahal dia kan perempuan tapi rajin banget untuk salatnya, salat sunah pula” Danil pun sedikit tergerak untuk lebih rajin beribadah karena di dalam lubuk hati nya yang paling dalam ia ingin sekali mendoakan kedua orangtuanya masuk surga bersamanya kelak. Seiring berjalannya hari Danil selalu melihat aktivitas si wanita tersebut di sekolah,  ia penasaran betapa sholehahnya wanita tersebut dan pada akhirnya ada sedikit rasa yang belum pernah Danil rasakan.

Ketika di dalam kelas yang ramai“Nil nanti kan kita disuruh untuk membuat kelompok mata pelajaran IPA, kira-kira siapa aja ya?” “Ngga tau nih Dam, ga penting juga kayaknya” Adam kebingungan bahwa guru IPA mereka menyuruh membuat kelompok untuk tugas, tapi tiba-tiba mereka berdua ditawari oleh kelompok perempuan yang dimana kelompok itu ada wanita yang Danil suka, betapa senang dan pipi merah jambunya si Danil menjawab “iya”.

 

Seminggu kemudian kelompok Danil dan Adam disuruh untuk mengamati tanaman yang ada di halaman sekolah, Danil pun berlagak bego untuk berkenalan lebih kepada wanita tersebut dengan wajah yang pucat dan pemalunya, Danil takut kalau wanita tersebut cuek dan judes, setelah memberanikan dirinya ia pun berkenalan dengan wanita tersebut “Nama kamu Amalia ya? Kamu jago matematika itu kan yang dapet nilai 100 pas UH 1? ” berdiri di samping Amalia sambil menatap tanaman “ Iya, hehe itukan karena aku belajar kamu juga bisa kok, tanpa belajar juga bisa asal tau kunci jawaban dari gurunya hehe” sambil melihat ke arah Danil “Yee bisa aje” dengan tersenyum   “Kamu yang pertama masuk Sekolah telat kan? Jangan diulangin lagi yaa!”  mereka berdua pun saling tertawa dan mengerjakan tugas yang disuruh, ternyata apa yang Danil pikirkan tidak sebenarnya ia rasakan.

 

Hari demi hari bulan demi bulan mulai berlalu, Danil pun mulai merasakan adanya cinta. Saat bersama terasa sesak, detakan jantung yang tidak bisa dusta, mata yang coklat mulai pancarkan sinarnya, ada hasrat yang terlara.“ Tuhan tolong jelaskan perasaan ini, batinku tersiksa mengapa tidak bisa menyatakan perasaan ini ke dia?” Danil dalam doanya.

  

Disuatu hari Danil melihat Amalia di kantin dengan seorang pria adanya canda dan tawa terlintas kemesraan disana, Danil pun merasa iri, menyesal, dan merasa bahwa pria tersebut lebih pantas mendapatkan Amalia. Danil pun lekas ke kelas dan merenung bahwa dia tidak bisa melihat mereka berdua, ketika Danil merenung ia mendengar dari teman-teman nya bahwa Amalia dan pria itu sudah terikat cinta.

 

Sakit tidak berdarah, itulah apa yang Danil rasakan saat ini. Hari yang temaram terasa diremukkan hati ini seketika ia tidak mau lagi bersekolah, terbenak oleh Danil ingin meninggalkan hidup ini. Selekas pulang sekolah ia terasa lesu,  murung, tidak ada satu pun teman di sisinya, dan selalu mendengar musik agar hatinya terhibur hal tersebut membuat dirinya tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan.

 

Bulan yang bersinar tepatnya bumi mau berevolusi, Danil dan teman tetangganya yang laki-laki membuat pesta di rumah teman masa kecilnya yaitu Ray. Beberapa jam kemudian sebelum waktu itu tiba mereka semua ada yang bermain judi dan ada yang menonton TV saja sambil makan-makan, Danil hanya duduk melamun saja. Momen tersebut tinggal beberapa detik lagi, kami semua menunggunya sambil berhitung mundur “3,2,1 selamat tahun baru !!” Danil dan teman-temannya langsung mengucapkan selamat.

 

 

 

Waktu sudah larut malam teman-teman mulai beranjak pulang, orang tua Ray pun baru pulang pada malam itu. Danil mendengar Ray mengucapkan selamat sekaligus meminta maaf pada tahun lalu kepada orangtuanya dan orangtuanya berdoa agar Ray menjadi anak yang baik dan membahagiakan orang tua, terlintas di pikiran Danil “ halahh nanti dia juga berbuat hal yang membuat orang tuanya menangis lagi”, Danil ingin sekali membahagiakan orang tuanya. Danil berpikir apa yang bisa membahagiakan orang tuanya, tiba-tiba Danil teringat  salat iya salat 5 waktu di Masjid, Danil ingin sekali kedua orang tuanya masuk surga bersamanya dengan salat dan berdoa kepada tuhannya. Setibanya di rumah waktu menunjukkan pukul 03.00 pagi, Danil berniat untuk salat subuh di Masjid sampai-sampai dia mandi untuk menyegarkan badannya, karena terasa kaku dan mengantuk Danil pun berniat tidur sebentar untuk memulihkan tenaganya, tapi ternyata Danil kebablasan waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi. Danil merasa menyesal karena tidak salat subuh tetapi dia akan konsisten dengan niatnya ini.

 

Bulan demi bulan Danil hanya termenung dan gundah gulana, begitu susah nya Danil move on dari perasaan ini. Waktu begitu cepat Danil pun naik ke kelas 8 dengan kesakitan batin ini, Danil tau dia tidak boleh seperti ini terus-menerus dan pada akhirnya dia mulai mendengarkan ceramah Islam yang membuat dirinya tenang dan mulai menjauh dengan perasaan yang dia rasakan.

 

Danil berpisah dengan teman sebangkunya karena kelas 8 mulai ada pemindahan secara acak di setiap kelas. Danil pun ramah dengan teman-teman barunya di kelas 8, malah makin lama makin semangat iya dalam mempelajari agama dan merasakan kedamaian hati seluas samudera, hari ke hari mulai hilang perasaan sakit hati ini. Sampai pada akhirnya Danil belajar dengan rajin untuk menggapai peringkat 1 di kelasnya.

 

Alhasil pada pembagian rapor semester 1 dan 2 Danil mendapat peringkat 4 dan 1. Begitu bangga nya Danil bisa menyenyumi kedua orangtuanya, Danil terus berdoa dan salat di Masjid tepat waktu, dia konsisten ingin lebih baik dari sebelumnya. Sewaktu pada akhirnya dia naik ke kelas 9 dengan penuh semangat dan gembira.

 

Danil duduk bersebelahan dengan teman barunya yaitu Hugo, tidak disangka Hugo merupakan peringkat 1 seangkatan dan Danil yang ke-2. Danil merasa Hugo  adalah teman terbaik yang ia temui, Danil selalu tertarik dengan apa yang diceritakan Hugo tentang kehidupannya, mereka berdua saling bertukar cerita. Pada saat mereka sibuk cerita ada seorang perempuan yang datang menghampiri tempat duduk Danil dan Hugo sambil menyapa Hugo “Hai Hugoo!”sambil melambai tangan, ternyata perempuan itu adalah teman Hugo waktu kelas 8 yaitu Angel sekarang sekelas lagi dengan Hugo, seketika itu Danil seperti iman nya tergoyahkan dengan kecantikan Angel.

 

Pada waktu pulang sekolah tepatnya di koridor sekolah Danil langsung bilang kepada Hugo, Danil “Go itu temen lu? Yang dateng terus nyapa lu?”Hugo “Iya, emang kenapa? lu suka yaaa!?” sambil tersenyum dan menggangu Hugo “Ahh ngga nanya doang ” tersipu malu. Setelah mereka berbincang Danil merasa asmara-asmara cintanya mulai bergejolak kembali, tetapi Danil tahu Angel bukanlah perempuan yang dia inginkan walaupun cantik namun kewajiban terhadap agama Islam ia kurang, rambutnya yang terurai membuat Danil mulai meredup kembali dalam cintanya.

 

Mentari mulai nampakkan cahayanya Danil pun berangkat ke sekolah, sesampainya di kelas ia melihat Angel dan teman perempuannya berada di tempat duduk  Hugo yang sedang mempelajari Matematika. Danil langsung menaruh tasnya di bangku dan ikut dalam pembicaraan mereka, disitu mereka kebingungan dalam mempelajarinya namun Danil mengetahui dan mengajarkan teman-temannya itu. Danil sedikit teringat dengan Amalia yang pintar sekali dengan pelajaran ini.

 

Waktu bel istirahat Danil pun ke kantin, dan memikirkan perempuan yang ada di sebelah Angel pada pagi tadi “siapa yaa yang ada di sebelah Angel itu?”. Tiba-tiba Danil melihat perempuan tersebut melintas di depan Danil dan menyapanya dengan senyuman hangat, dengan senyuman lesung pipitnya yang manis tersebut Danil semakin penasaran dengan wanita itu.

 

Hari demi hari Danil baru tersadar perempuan tersebut selalu salat 5 waktu dan sunahnya juga ia kerjakan, pada akhirnya Danil bertanya dengan Angel siapa perempuan tersebut.

Danil dengan canggungnya“Ngel yang duduk di sebelah lo itu siapa?” Angel “Ohh dia itu temen gw waktu masih kecil namanya Rahma, jangan harap dehh lo sama dia soalnya dia udah di incer sama seseorang” sambil meyakinkan Danil.

 

Waktu demi waktu Danil selalu menggalau, hingga ada satu kejadian yang membuat Danil tidak bisa ia lupakan pada saat pulang sekolah, Danil melihat Rahma sedang ingin pulang ke rumah yang kebetulan searah dengan Danil tiba-tiba ada 3 orang siswa sekolah lain yang menggangu Rahma, Danil sontak menghampiri Rahma yang sedang di ganggu, pada saat Danil datang ia langsung melindungi Rahma di balik badannya, 3 siswa itu berkata”Woy emang lo siapanya dia? Sok-sok ngelindungin mau ribut kita?”Rahma “Udah Nil kita pergi aja, jangan di ladenin” Danil dengan kaki yang bergetar hebat “Gua pacarnya dia, kenapa lo ayo sini !!! (sambil membuka baju sekolah)” terlihat tubuh Danil memakai kaos putih yang kekar dan tidak sia-sia ia ikut ekskul basket, melihat keadaan itu 3 siswa langsung mundur pelan-pelan dan lari. Rahma pun berterimakasih serta kaget ketika Danil bilang seperti itu dan Danil menghantarkan pulang Rahma. Sejak kejadian itu Danil menaruh hati kepada Rahma.

 

Libur semester telah tiba, Angel berencana akan mengajak Hugo, Rahma, dan Danil untuk pergi ke mal menghabiskan waktu luang, mereka akan pergi ke mal yang sudah di sepakati. Setibanya di mal mereka tidak langsung main tetapi pergi ke restoran dulu untuk makan, ketika di restoran Danil kaget karena tidak ada sendok ataupun garpu yang ada hanyalah sumpit besi, disitu Danil kesusahan untuk makan tapi tetap berusaha, ketika Danil sedang berusaha ada sumpit yang datang ke bibir Danil yang dimana sumpit itu berasal dari tangan Angel “nihh!” Danil sambil berusaha makan “gw bisa kok pakai sumpit” Angel “cepett pegel nihh!!” sontak Danil langsung memakannya, suasana disana langsung terasa canggung Hugo dan Rahma hanya tersenyum.

 

Libur semester telah habis dan kembali untuk bersekolah, saat jam pelajaran guru yang sedang mengajar sedang tidak masuk, waktu itu Angel membuat sebuah permainan untuk mengisi waktu kosong tersebut yaitu bila kita kalah kita harus jujur siapa yang kita sukai saat ini, akhirnya 1 kelas ikut untuk meramaikannya dan tidak disangka yang kalah dalam permainan itu adalah Rahma, Rahma harus jujur dalam kekalahannya ini dan teman-teman satu kelas meneriaki Ridwan yaitu teman sekelasnya saat ini, Ridwan memang mulai mendekati Rahma pada saat kelas 8 pantas teman 1 kelas mengait-ngaitkankannya dengan ini. Rahma akhirnya tidak menjawab atas kekalahannya itu karena malu, Angel “ maaf Ma, gw harus ngemainin permainan ini (suara hatinya)”.

 

Pada saat itu Danil merasa risih Rahma dimakcomblangkan seperti itu, walaupun itu hanya candaan untuk menghibur. Makin hari makin jadi saja menjodoh-jodohkan mereka berdua, Danil mulai patah hati dengan ini ditambah lagi Rahma yang sedikit tertarik dengan Ridwan.

Danil seperti mengulang patah hatinya waktu itu, makin hari makin lesu saja muka Danil dan ia tidak tau harus apa ia lakukan. “Woy!! Bengong aja, kenapa sih kok muka asem banget?” Angel yang mengagetkan Hugo di pelataran kelas “ Itu gw dicuekin mulu sama Danil, gw bilang kenapa dia malah bilang gapapa mulu” dengan wajah yang cemberut “Biar gw yang ngomong” sambil berjalan ke bangku Danil.

 

“ Sini ikut gw! Ngeselin muka lo !” menarik dasi Danil “Ehh dasi gw, mau dibawa kemana gw?” “ Ke belakang Sekolah, udah ikut aja jangan banyak tanya” dengan wajah seriusnya. “Liat tuh ada sepasang angsa yang selalu bersama, angsa adalah hewan yang setia kepada satu pasangannya sampai tua nanti” “Terus?” dengan muka polosnya “Ihh sok polos banget sih lo, lo sebenarnya suka kan sama Rahma” “Ehh apaan?” dengan muka yang panik “ Udah deh jangan bohong keliatan dari muka lo, kalo itu ngebuat lo seneng sana cepet pacarin, gw juga sebagai temen deketnya ngedukung kok” sambil tersenyum “Kok lo tau sih? sebelumnya makasih Ngel udah didukung”. Teng.. teng.. teng.. “ Wah udah bel ayo Ngel kita ke kelas” “Lo duluan aja gw mau disini sebentar sambil ngeliat angsa itu” menahan air mata keluar “Oke, gw duluan yaa” Ketika Danil balik badan dan pergi Angel mulai menjatuhkan air matanya.

 

Bulan demi bulan berlalu hingga semester 2 mendekati UN, Danil tahu Rahma dan Ridwan sudah tidak lagi dijodoh-jodohkan. Pada malam hari Danil memberanikan diri untuk melampiaskan perasaannya kepada Rahma, melalui HP-nya yang jadul dia memulai obrolan dengan Rahma ”Rahma sebenernye gw suka sama lo dari pas kita ketemu, lo mau ga jadi pacar gw? Yang tau ini gw sama lo aja” Tangan yang keringat dingin “lo bercanda ya Nil?” Danil “seriusan” “bohong ah males gw Nil” Danil “serius gw ngga tipu-tipu” Rahma “gw bingung Nil jawabnya soalnya sebentar lagi kan UN gw mau fokus belajar dulu” Danil “iya juga si, ya udah deh sehabis UN” detak jantung yang mulai tenang.

 

Setelah selesai UN Danil berharap jawabannya di pending terlebih dahulu karena ia tau dua minggu lagi mau memasuki bulan Ramadhan, Danil tidak mau berpacaran karena takut ibadah puasanya terganggu. Hari demi hari dia lalui dengan damai, terlebih lagi ia baru memasuki SMAN yang Danil inginkan selama ia berdoa kepada tuhannya.

 

Selama di SMA Danil belajar agama Islam bersama gurunya, Danil tahu bahwa pacaran itu tidak boleh selebih lagi Danil mengetahui dan mempelajari apa isi kandungan Al-Isra ayat 32 itu. Hati nya gelisah karena berpacaran itu membuat dosa yang terus mengalir selama pacaran, pada saat itu Danil masuk organisasi Rohis yang disana banyak teman yang baik, lebih mengerti tentang agama,dan setia kawan. Danil meninggalkan dunia basket karena ia tahu Danil belum banyak ilmunya tentang agama.

 

Hari demi hari minggu demi minggu jawaban Rahma belum juga terbalas, pada akhirnya di suatu malam Danil melihat Rahma dan seorang pria sedang berfoto ria dengan gembira di media sosial, Danil mengeluarkan air mata bahwa dirinya tidak mengeluh, tersakiti, ataupun galau justru Danil bersyukur sekali  kepada Allah SWT. Danil membayangkan bila mana pria di samping Rahma itu adalah dia berapa banyak dosa yang ia tanggung kelak, Danil akhirnya mengetahui yang mencintainya dengan tulus adalah Allah SWT, Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang maha mengetahui isi hati manusia, dan tidak mau hambanya terjatuh dalam dosa.

 

Danil akhirnya mengetahui kelemahan imannya yaitu dikarenakan wanita yang bukan mahramnnya, pada malam itu juga Danil bersumpah dengan keteguhan hatinya”Demi Allah yaa Allah saya tidak mau ber pacaran karena saya takut berdosa”, pada saat itu Danil pun merasakan kelegaan di hatinya. Danil tau ini awal dari perubahannya untuk menjadi lebih baik bersama teman-teman barunya yang selalu membantunya untuk istiqomah di jalan yang benar, ia juga tidak lupa dengan kedua orang tuanya yang ingin sekali memasukinya ke dalam surga bersamanya.

 

Ray “Nil udah dua minggu pas MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) nihh cari pacar kuy, sebelum tugas banyak gw mau genre SMA nanti romance bukan romusha” membujuk Danil “Ga mau ahh” dengan wajah yang cuek, “Emang lo mau cewek yang kayak gimana? Muka lo kan ganteng pasti gampang” “Cantik dan sholehah” dengan tersenyum

“Wahh banyak tuh diangkatan kita”. “Emangnya ada wanita cantik dan sholehah terus pacaran?” Ketika itu ada wanita yang menyapa Danil dan menghampirinya “Danill !!” “Nil gw duluan ya ke kelas hehe” Ray yang tau akan kondisi ini, “Wehh tunggu” “Lo siapa dah?” dengan wajah yang sinisnya “Ini gw Angel, ternyata kita satu sekolah lagi hehe” “Oalahh, lo pake kerudung sekarang pantes ga kenal” “Iyaa, ohh iya gw turut perihatin si..”

Danil langsung memotong pembicaraan Angel “Udah jangan dibahas, ohh iya gw ngga mau ngobrol panjang lebar sama lo lagi 12 tahun kedepan, kalo lo bener-bener berubah dan istiqomah gw akan kerumah lo” Danil yang langsung jalan cepat kekelasnya “Ehhh, maksudnya apa? Mau ngapainn? Woyy tunggu..”

 

Danil tahu bahwa ini langkah awal dari hidupnya yang banyak cobaan, setiap waktu cobaan yang diterima akan lebih berat dari sebelumnya. Danil berdoa agar tetap istiqomah untuk di jalan yang benar dan selalu ingin membahagiakan orang tuanya di dunia maupun di akhirat.

 

 

 

Cerita Populer Minggu Ini