Pada hari itu aku terbangun di pagi yang dingin dan sunyi, lalu aku keluar kamar untuk melakukan hal yang seperti biasanya, Setelah itu aku bersiap untuk pergi menuju tempat yang penuh dengan tantangan baru, didalam perjalanan aku melihat dirimu yang ditutupi kabut pada pagi hari, aku berusaha ingin menyapa mu tapi aku tidak tahu namamu, seketika dengan keberanian diri aku mencoba mendekati mu.
Ketika aku melihat dirimu dari dekat rupa mu bagaikan putri salju pada musim panas, dirimu yang terasa dingin tetapi menghangatkan seperti memakan es krim pada siang hari yang terik, aku bertanya kepada mu "siapakah namamu?" Lalu engkau menjawab dengan suara yang begitu lembut nan indah "nama saya adalah Aurora" dengan perasaan malu dia pun bertanya balik dengan suara yang kecil "lalu...nama..kamu.. siapa?" dengan senang hati aku pun menjawab dengan lantang "kalau nama ku adalah Adicandra senang berkenalan dengan mu" dia pun senang berkenalan dengan ku juga akan tetapi dia berbicara pelan seperti tadi.
Sudah 1 Minggu berlalu ketika aku bertemu dirinya tetapi tidak ada hal apapun yang terjadi diantara kami, lalu aku berinisiatif untuk mengajak nya jalan-jalan sebagai teman ke perpustakaan nasional dengan senang hati dia menjawab "oke.. aku akan pergi denganmu pada hari Ahad siang hari"
Aku pun senang kegiranagan ketika wanita yang aku ajak jalan-jalan ternyata menerimanya, ketika pada hari dan waktu yang dijanjikan aku pun pergi menemui dirinya dan benar saja dia sudah ada disana sebelum aku datang, aku melihat dia dari kejauhan dirinya seperti bunga yang indah diantara semak belukar yang tajam seperti perasaan ku saat ini.
Ketika kami memasuki perpustakaan besar itu didalamnya penuh dengan buku-buku yang berisi tetapi tidak dilirik, dan aku hanya melihat beberapa orang menikmati perpustakaan itu untuk membaca sedangkan yang lain hanya melakukan kesibukan nya masing-masing untuk bersantai ditempat yang sepi nan nyaman,
wanita itu seketika mengambil buku yang paling kumuh dan lesu pada rak yang paling bawah dan dia menunjukkan nya kepada ku dengan berkata "buku ini memang tidak nyaman untuk dipandang akan tetapi memiliki banyak kenangan".
Setelah kami bersenang-senang didalam Milyaran ilmu itu dia pun mengajak aku untuk pergi ke restoran terdekat dari sini, aku pun hanya bisa menuruti apa yang ia katakan, ketika kami sampai direstoran itu aku merasakan aura yang sangat antik dan hangat tetapi tidak membosankan, wanita itu terlihat sangat menikmati makanan dan suasana didalam restoran itu mungkin inilah tempat makan yang ia sukai tetapi pendapat hatiku salah dengan pelan dia berkata kepadaku "dulu restoran ini menyajikan daging manusia untuk hidangan penutup" dengan perasaan takut dan mual aku tidak akan makan di restoran ini lagi.
Setelah selesai makan kami pun pergi ke tempat peristirahatan kami masing-masing,
Sebelum itu dia mengatakan "selamat tinggal" kepadaku dan aku hanya bisa menjawabnya "selamat tinggal juga sampai besok" tetapi dia menjawabnya seakan-akan besok kita tidak akan bertemu kembali.
Keesokan harinya aku terbangun di pagi hari pertama aku bertemu dengannya, dengan perasaan bingung dan takut seketika aku melihat kalender dan ternyata aku memang kembali kepada waktu aku bertemu dengan dia aku berpikir apakah aku bertemu dengan wanita itu hanya mimpi atau kenyataan, aku pun pergi ketempat aku bertemu dengan mu untuk memastikan bahwa ini adalah kenyataan, dan benar saja dirimu yang aku harapkan tidak ada disana dengan perasan kecewa aku pun melanjutkan perjalanan ke tempat seharusnya aku berada.